Pages

Labels

Diberdayakan oleh Blogger.
mwlana-ez.blogspot.com

Menempatkan Wireless Access Points


Tujuan
  • Menggunakan alat bantu yang tersedia untuk melakukan wireless site survey.
Persiapan
Gambar disamping menjelaskan mengenai sebuah jaringan nirkabel (wireless) yang terdiri atas satu atau lebih wireless access point yang berfungsi menyediakan cakupan sinyal bagi client pada sebuah lingkungan perkantoran. Tujuan dari site survey ini adalah menentukan jumlah yang optimal serta lokasi yang tepat untuk access point agar dapat menyediakan luas cakupan yang diperlukan secara tepat serta memperkecil luas cakupan di area yang memang tidak diperlukan untuk alasan keamanan. Kita akan menggunakan tool yang tersedia di Packet Tracer untuk mensimulasikan kegiatan site survey pada sebuah gedung kantor dengan dua buah access point yang terpasang di atapnya.

Linksys WRT300N wireless access router dipergunakan untuk mensimulasikan access point yang terpasang di atap kantor tersebut. Sebuah PC juga dipasangi Linksys WMP300N untuk mensimulasikan sebuah laptop yang memiliki kemampuan terhubung ke jaringan secara wireless.
Langkah 1: Lakukan site survey pada jaringan nirkabel (wireless).
  1. Pada tampilan jaringan secara logical amati dengan access point yang manakah Wireless PC terhubung? Linksys WRT300N  AP 1
  2. Akseslah Wireless PC dan pilih tombol PC Wireless pada bagian Desktop . Klik bagian Connect di jendela Linksys dan amati kekuatan sinyal dari kedua access point yang terdeteksi. Kecilkan tampilan jendela Wireless PC.

  1. Klik bagian Physical Workplace di sudut kiri atas lembar kerja Packet Tracer. Klik pada Home City dan masuklah ke dalamnya. Bagian oval yang terarsir menunjukkan area cakupan wireless. Perhatikan bahwa terdapat area di luar Corporate Office yang juga tercakup oleh sinyal wireless.

Klo yang ini cakupan sinyalnya AP 2
Yang ini cakupan sinyalnya AP 1
Ini kantornya bro/sist ;)
  1. Klik Corporate Office untuk masuk ke dalamnya. Amati area cakupan sinyal di dalem gedung dan lokasi access point- access point serta lokasi Wireless PC. Di lingkungan yang nyata, cakupan sinyal wireless tentunya tidak akan terlihat. Catat posisi access points pada layout gedung dan tuliskan ke catatan Anda. Catat pula posisi Wireless PC dan catatlah kekuatan sinyal masing-masing access point.
   

  1. Pindahkan Wireless PC ke lokasi yang berbeda sekitar kantor. Untuk setiap lokasi, akses jendela Wireless PC dan klik tombol Refresh. Catat pada layout gedung, tiap lokasi, tiap access point (jika ada) serta kekuatan sinyalnya. Kecilkan jendela Wireless PC.

3
2
1
Letak PC Wireless
Kuat sinyal wireless masing-masing AP
1
2
3
  1. Lanjutkan hingga seluruh gedung ter- survey.
Langkah  2: Pindahkan lokasi access points ke lokasi yang optimal.
  1. Pindah access points untuk memastikan bahwa seluruh area yang berada di dalam gedung tecakup oleh sinyal wireless dan area di luar gedung sekecil mungkin mendapatkan sinyal.
  2. Periksa penempatan Anda dengan memeriksa cakupan sinyal seperti teknik yang ada pada langkah pertama, lakukan seperlunya.
Langkah 3: Umpan Balik
  1. Jika cakupan yang ditunjukkan pada Physical view mewakili kekuatan maksimal access point, dapatkah seluruh gedung di cakup oleh sebuah access point saja? Tidak lah.
  2. Pada peralatan sebenarnya, apalagi yang dapat dilakukan untuk mempersempit cakupan sinya diluar gedung? Kurangi output power AP, gitu aja kog repot
  3. Apa masalah yang akan Anda hadapi jika terjadi overlapping cakupan dengan access points yang menggunakan kanal yang sama? Interferensi frekuensi à sinyal akan rusak bro/sist J. Boleh overlapping tapi pake channel yang beda ya.

Menentukan Kekuatan dan Kelemahan Jaringan

Tujuan
  • Mengidentifikasi dan mencatat kekuatan dan kelemahan jaringan
Persiapan
Packet Tracer menyediakan pengamatan secara fisik jaringan yang terbatas ketika peralatan ditempatkan pada ruang kabel di berbagai gedung yang tersebar di beberapa kota. Pengamatan secara fisik pada aktifitas ini mengenai gedung milik Perusahaan Film dan gedung ISP-nya yang berada di kota yang sama. Gedung Perusahaan Film ini memiliki ruang kabel yang berisi MDF dan POP yang meyediakan layanan bagi kantor dan juga ruang kabel bagi tempat produksi. Kondisi yang ada saat ini, peralatan jaringan harus ditempatkan di ruang kabel. Ruang kabel berisi peralatan klien yang dipakai oleh staf kantor dan staf produksi, tepatnya berada di pusat dari ruang kerja mereka. Terdapat pula ruang pertemuan yang dipakai oleh laptop tamu serta terkoneksi secara wireless yang terhubung dengan sebuah ruang kabel di pusatnya. Asumsikan seluruh kabel yang terpasang di gedung Perusahaan Film menggunakan kabel UTP kategori 5.
Langkah 1: Mengetahui Lokasi Fisik dari Peralatan.
  1. Ganti dari Logical Workplace ke Physical Workplace, masuk ke Home City dan catat jangkauan sinyal wireless di sekitar gedung Perusahaan Film.
Jangkauan sinyal wireless
 

  1. Masuk ke gedung Perusahaan Film Company dan catat jangkauan sinyal wireless di dalam gedung dan lokasi sekitar ruang kabel dan ruang kerja.
Sinyal Wireless
 
  1. Masuk ke ruang kabel dan catat berbagai peralatan client devices dan peralatan jaringan yang ada.

Peralatan yang ada berupa :
1.       Dua buah Router yaitu FC-CPE-1 dan FC-CPE-2
2.       Dua buah Switch yaitu FC-ASW-1 dan FC-ASW-2
3.       Satu buah Server
4.       Satu buah Wireless Access Point yaitu FC-AP
5.       Satu buah Modem yaitu DSL Modem0
 
Langkah  2: Mengetahui Konfigurasi Peralatan.
  1. Ganti dari Physical Workplace ke Logical Workplace.
Nama Peralatan
GAMBAR
Tipe Hardware
Versi Software
Interface yang dimiliki
FC-CPE-1
Cisco Router tipe C1841
c1841-ipbase-mz.123-14.T7.bin
FastEthernet 0/0
FastEthernet 0/1
FC-CPE-2
Cisco Router tipe C1841
c1841-ipbase-mz.123-14.T7.bin
FastEthernet 0/0
FastEthernet 0/1
Ethernet 0/0/0
  1. Akses setiap peralatan jaringan di Perusahaan Film dengan menggunanakan perintah seperti : show running-config, show version, show interfaces dan perintah lainnya.
  1. Carilah informasi kecepatan dari berbagai link, passwords, traffic filtering dan setiap informasi berharga yang dapat ente kumpulkan.
Langkah 3: Evaluasi Jaringan.
  1. Berdasarkan atas pengamatan yang telah bro/sist lakukan, dari Langkah 1 dan 2, urutkan kulitas jaringan di masing-masing lokasi pada tabel dan berikan nilai dari skala 1 (paling rendah) ke 5 (paling tinggi).
Urutan Jaringan
Peralatan Jaringan
Skor
Access Layer
FC-ASW-1
FC-ASW-2
Production Switch
FC-AP
4
4
3
3
Distribution Layer
-
0
Core Layer
FC-CPE-1
FC-CPE-2
3
3
Langkah 4: Umpan Balik
  1. Buatlah daftar kekuatan dari jaringan yang ada !
1.    Sudah terdapat ruang kabel (wiring closet) sehingga terdapat ruang khusus buat router dan switch.
2.    Server dan PC termasuk model baru.
3.    Switch dan router termasuk produk yang handal
  1. Buatlah daftar kelemahan dari jaringan yang ada !.
    1. Desain Flat network masih digunakan pada jaringan ini.
    2. Tidak memiliki Lapisan Distribusi
    3. Tidak benar-benar memiliki Lapisan Inti (Core Layer)
    4. Penempatan Server harus di Server Farm
    5. Tidak menggunakan pengamatan IP yang bertingkat
    6. Penerapan keamanan sangat terbatas.

Menerapkan Pengalamatan VLSM


Tabel Pengalamatan
Device
Interface
IP Address
Subnet Mask
Default Gateway
R1
Fa0/0
192.168.1.1 
 255.255.255.192
N/A
Fa0/1
192.168.1.65 
 255.255.255.192
N/A
S0/0/0
192.168.1.225 
 255.255.255.252
N/A
S0/0/1
192.168.1.229
 255.255.255.252
N/A
R2
Fa0/0
192.168.1.129
 255.255.255.224
N/A
Fa0/1
192.168.1.161 
 255.255.255.224
N/A
S0/0/0
192.168.1.226 
 255.255.255.252
N/A
S0/0/1
192.168.1.233 
 255.255.255.252
N/A
R3
Fa0/0
192.168.1.193
 255.255.255.240
N/A
Fa0/1
192.168.1.209
 255.255.255.240
N/A
S0/0/0
192.168.1.234
 255.255.255.252
N/A
S0/0/1
192.168.1.230
 255.255.255.252
N/A
Tujuan Pembelajaran
  • Menentukan jumlah subnet yang diperlukan.
  • Menentukan jumlah host yang diperlukan untuk setiap subnet.
  • Merancang skema pengalamatan yang sesuai menggunakan VLSM.
  • Memasang masing-masing alamat dan pasangan subnet mask ke antarmuka peralatan.
  • Menentukan penggunaan ruang alamat jaringan secara benar.
Pendahuluan :
Pada praktikum ini, Anda diberikan alamat jaringan 192.168.1.0/24 untuk dibagi menjadi beberapa sub-jaringan dan disediakan untuk pengalamatan IP bagi jaringan yang nampak pada Gambar Topologi. VLSM akan digunakan sehingga kebutuhan pengalamatan dapat terpenuhi menggunakan jaringan 192.168.1.0/24. Kebutuhan pengalamatan pada jaringan ini meliputi :
  • LAN1-nya R1 akan membutuhkan 50 IP address untuk host-nya.
  • LAN2-nya R1 akan membutuhkan 50 IP address untuk host-nya.
  • LAN1-nya R2 akan membutuhkan 20 IP address untuk host-nya..
  • LAN2-nya R2 akan membutuhkan 20 IP address untuk host-nya.
  • LAN1-nya R3 akan membutuhkan 12 IP address untuk host-nya.
  • LAN2-nya R3 akan membutuhkan 12 IP address untuk host-nya.
  • Hubungan dari R1 ke R2 akan membutuhkan sebuah IP address untuk setiap akhir hubungan.
  • Hubungan dari R1 ke R3 akan membutuhkan sebuah IP address untuk setiap akhir hubungan.
  • Hubungan dari R2 ke R3 akan membutuhkan sebuah IP address untuk setiap akhir hubungan.
Tugas 1: Menentukan Kebutuhan Jaringan.
Tentukan kebutuhan jaringan dan jawablah pertanyaan dibawah ini. Ingat bahwa IP address juga diburuhkan untuk setiap antarmuka LAN pada setiap router.
  1. Berapa sub-jaringan yang dibutuhkan? 9 sub-jaringan
  2. Berapakah jumlah alamat IP terbanyak yang diperlukan untuk sebuah sub-jaringan? 50 alamat
  3. Berapa banyak alamat IP yang dibutuhkan untuk setiap LAN-LAN-nya R1? 51 alamat
  4. Berapa banyak alamat IP yang dibutuhkan untuk setiap LAN-LAN-nya R2? 21 alamat
  5. Berapa banyak alamat IP yang dibutuhkan untuk setiap LAN-LAN-nya R3? 13 alamat
  6. Berapa banyak alamat IP yang dibutuhkan untuk setiap WAN link antar router? 2 alamat
  7. Berapa jumlah keseluruhan alamat IP yang dibutuhkan? (51 x 2) + (21 x 2) + (13 x 2) + (2 x 3) = 176 alamat
  8. Berapa jumlah keseluruhan alamat IP yang tersedia pada jaringan 192.168.1.0/24? 254 alamat host yang valid
  9. Dapatkah kebutuhan pengalamatan jaringan terpenuhi jika menggunakan alamat jaringan 192.168.1.0/24? Dapat (butuh 176 alamat, tersedia 254 alamat)

Tugas 2: Merancang Skema Pengalamat IP

Langkah 1. Menghitung subnet untuk bagian jaringan terbesar berdasarkan informasi yang tersedia.

Pada kasus ini, dua LAN-nya R1 adalah sub-jaringan yang terbesar.
  1. Berapa banyak alamat IP yang diperlukan untuk setiap LAN? 51 alamat
  2. Apa ukuran subnet terkecil yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ini? /26
  3. Berapa jumlah alamat IP terbanyak yang bisa disediakan pada ukuran subnet ini? 62 alamat host yang valid

Langkah 2. Memasang subnet untuk LAN-LAN-nya R1.

Mulai pada awal jaringan 192.168.1.0/24.
  1. Pasang subnet pertama yang tersedia untuk LAN1-nya R1.
  2. Isikan tabel dibawah ini dengan informasi yang sesuai. Subnet untuk LAN1-nya R1.
Alamat Jaringan
Subnet Mask Desimal
Subnet Mask Biner
IP Address Pertama
IP Address Terakhir
Alamat Broadcast
 192.168.1.0
 255.255.255.192
 /26
 192.168.1.1
 192.168.1.62
 192.168.1.63
  1. Pasang subnet berikutnya yang tersedia untuk LAN2-nya R1.
  2. Isikan tabel dibawah ini dengan informasi yang sesuai. Subnet untuk LAN2-nya R1.
Alamat Jaringan
Subnet Mask Desimal
Subnet Mask Biner
IP Address Pertama
IP Address Terakhir
Alamat Broadcast
 192.168.1.64
 255.255.255.192
 /26
 192.168.1.65
 192.168.1.126
 192.168.1.127

Langkah 3. Menghitung subnet untuk bagian jaringan terbesar berikutnya berdasarkan informasi yang tersedia

Pada kasus ini, dua LAN-nya R2 adalah sub-jaringan terbesar berikutnya.
  1. Berapa banyak alamat IP yang diperlukan untuk masing-masing LAN-nya? 21 alamat IP
  2. Apa ukuran subnet terkecil yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ini? / 27
  3. Berapa jumlah alamat IP terbanyak yang bisa disediakan pada ukuran subnet ini? 30 alamat host yang valid

Langkah  4. Memasang subnet untuk LAN-LAN-nya R2. Mulai dengan IP address setelah sub-jaringan LAN-nya R1.

  1. Pasang subnet pertama yang tersedia untuk LAN1-nya R2.
  2. Isikan tabel dibawah ini dengan informasi yang sesuai. Subnet untuk LAN1-nya R2.
Alamat Jaringan
Subnet Mask Desimal
Subnet Mask Biner
IP Address Pertama
IP Address Terakhir
Alamat Broadcast
 192.168.1.128
 255.255.255.224
 /27
 192.168.1.129
 192.168.1.158
 192.168.1.159
  1. Pasang subnet pertama yang tersedia untuk LAN2-nya R2..
  2. Isikan tabel dibawah ini dengan informasi yang sesuai. Subnet untuk LAN2-nya R2.
Alamat Jaringan
Subnet Mask Desimal
Subnet Mask Biner
IP Address Pertama
IP Address Terakhir
Alamat Broadcast
 192.168.1.160
 255.255.255.224
 /27
 192.168.1.161
 192.168.1.190
 192.168.1.191

Step 5. Menghitung subnet untuk bagian jaringan terbesar berikutnya berdasarkan informasi yang tersedia.

Pada kasus ini, dua LAN-nya R3 adalah sub-jaringan terbesar berikutnya.
  1. Berapa banyak alamat IP yang diperlukan untuk masing-masing LAN-nya? 13 alamat IP
  2. Apa ukuran subnet terkecil yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ini? / 28
  3. Berapa jumlah alamat IP terbanyak yang bisa disediakan pada ukuran subnet ini? 14 alamat host yang valid

Langkah  6. Memasang subnet untuk LAN-LAN-nya R3. Mulai dengan IP address setelah sub-jaringan LAN-nya R2.

  1. Pasang subnet pertama yang tersedia untuk LAN1-nya R3.
  2. Isikan tabel dibawah ini dengan informasi yang sesuai. Subnet untuk LAN1-nya R3.
Alamat Jaringan
Subnet Mask Desimal
Subnet Mask Biner
IP Address Pertama
IP Address Terakhir
Alamat Broadcast
 192.168.1.192
 255.255.255.240
 /28
 192.168.1.193
 192.168.1.206
 192.168.1.207
  1. Pasang subnet pertama yang tersedia untuk LAN2-nya R3..
  2. Isikan tabel dibawah ini dengan informasi yang sesuai. Subnet untuk LAN2-nya R3.
Alamat Jaringan
Subnet Mask Desimal
Subnet Mask Biner
IP Address Pertama
IP Address Terakhir
Alamat Broadcast
 192.168.1.208
 255.255.255.240
 /28
 192.168.1.209
 192.168.1.222
 192.168.1.223

Langkah 7. Menghitung subnet  untuk hubungan antar router sesuai dengan informasi yang tersedia.

  1. Berapa banyaknya alamat IP yang dibutuhkan untuk setiap link? 2 alamat
  2. Apa ukuran subnet terkecil yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ini? / 30
  3. Berapa jumlah alamat IP terbanyak yang bisa disediakan pada ukuran subnet ini? 2 alamat host yang valid

Langkah  8. Assign subnets to links. Start with the IP address following the R3 LAN subnets.

  1. Pasang subnet untuk hubungan antara router R1 dan router R2.
  2. Isilah tabel dibawah ini dengan informasi yang sesuai. Hubungan antara R1 dan R2.
Alamat Jaringan
Subnet Mask Desimal
Subnet Mask Biner
IP Address Pertama
IP Address Terakhir
Alamat Broadcast
 192.168.1.224
 255.255.255.252
 /30
 192.168.1.225
 192.168.1.226
 192.168.1.227
3.    Pasang subnet untuk hubungan antara router R1 dan router R3.
  1. Isilah tabel dibawah ini dengan informasi yang sesuai. Hubungan antara R1 dan R3.
Alamat Jaringan
Subnet Mask Desimal
Subnet Mask Biner
IP Address Pertama
IP Address Terakhir
Alamat Broadcast
 192.168.1.228
 255.255.255.252
 /30
 192.168.1.229
 192.168.1.230
 192.168.1.231
5.    Pasang subnet untuk hubungan antara router R2 dan router R3.
6.    Isilah tabel dibawah ini dengan informasi yang sesuai. Hubungan antara R2 dan R3.
Alamat Jaringan
Subnet Mask Desimal
Subnet Mask Biner
IP Address Pertama
IP Address Terakhir
Alamat Broadcast
 192.168.1.232
 255.255.255.252
 /30
 192.168.1.233
 192.168.1.234
 192.168.1.235

Tugas 3: Pasang Alamat IP Pada Peralatan Jaringan Sesuai Dengan Alamat Untuk Antarmuka Peralatan.

Langkah 1. Pasanglah alamat-alamat untuk router R1 router.

  1. Pasang alamat host pertama yang valid untuk sub-jaringan LAN 1-nya R1 pada antarmuka LAN Fa0/0.
  2. Pasang alamat host pertama yang valid untuk sub-jaringan LAN 2-nya R1 pada antarmuka LAN Fa0/1.
  3. Pasang alamat host pertama yang valid untuk untuk hubungan antara R1 dan R2 pada antarmuka S0/0/0.
  4. Pasang alamat host pertama yang valid untuk untuk hubungan antara R1 dan R3 pada antarmuka S0/0/1.

Langkah 2. Pasanglah alamat-alamat untuk router R2 router.

  1. Pasang alamat host pertama yang valid untuk sub-jaringan LAN 1-nya R2 pada antarmuka LAN Fa0/0.
  2. Pasang alamat host pertama yang valid untuk sub-jaringan LAN 2-nya R2 pada antarmuka LAN Fa0/1.
  3. Pasang alamat host pertama yang valid untuk untuk hubungan antara R2 dan R1 pada antarmuka S0/0/0.
  4. Pasang alamat host pertama yang valid untuk untuk hubungan antara R2 dan R3 pada antarmuka S0/0/1.

Langkah 3. Pasanglah alamat-alamat untuk router R3 router.

  1. Pasang alamat host pertama yang valid untuk sub-jaringan LAN 1-nya R3 pada antarmuka LAN Fa0/0.
  2. Pasang alamat host pertama yang valid untuk sub-jaringan LAN 2-nya R3 pada antarmuka LAN Fa0/1.
  3. Pasang alamat host pertama yang valid untuk untuk hubungan antara R3 dan R1 pada antarmuka S0/0/0.
  4. Pasang alamat host pertama yang valid untuk untuk hubungan antara R3 dan R2 pada antarmuka S0/0/1.

RECENT POST

mwlana-ez.blogspot.com

mwlana-ez.blogspot.com

Followers

Popular Posts